Setyo Nugroho

Bertugas sebagai guru di SMP Negeri 3 Kalikajar, Wonosobo, Jateng. Pernah belajar di pascasarjana pada program magister jurusan pendidikan bahasa dan sastra Ind...

Selengkapnya

Contoh Terbaik, Karya Sendiri

Seperti halnya melatih anak menaiki sepeda, dibutuhkan ketelatenan secara terus-menerus agar benar-benar bisa naik sepeda tanpa dipegangi dan dapat menyeimbangkan dirinya agar tidak jatuh. Demikian juga dengan keterampilan menulis, harus dilatih terus-menerus tidak ditinggalkan begitu saja dengan beralih ke pokok bahasan atau materi yang lain sebelum siswa benar-benar dapat menulis. Dengan dalih penyelesaian target kurikulum, guru mengabaikan kemampuan yang diperoleh siswa, yang terpenting materi telah disampaikan, target kurikulum tercapai, hasil kemampuan siswa tidak begitu diperhatikan.

Kurangnya budaya membaca di kalangan siswa khususnya dan masyarakat pada umumnya juga ikut memengaruhi kemampuan menulis. Bagaimana pun juga, dengan banyak membaca bacaan dan buku pengetahuan akan memengaruhi hasil tulisan siswa. Siswa dengan pengetahuan yang kaya dari bacaan dan pengetahuan akan mampu menulis dengan lancar. Ide-ide yang ada pada dirinya akan mengalir dengan sendirinya. Sebaliknya siswa yang kurang bacaanya akan tumpul dan tidak mampu menulis karena tidak memiliki pengetahuan yang dapat dituliskan.

Dari sisi yang lain, kompetensi menulis guru sendiri juga memprihatinkan. Dapat dikatakan bahwa guru kesulitan dalam menulis, sehingga saat mengajarkan keterampilan menulis tidak dapat disampaikan secara maksimal, bahkan ada kecenderungan untuk ditinggalkan. Misalnya, pada saat mengajarkan materi menulis cerpen, guru tidak dapat memberikan contoh menulis cerpen yang baik. Kalau pun ada, sebatas contoh-contoh yang ada pada buku paket bahasa Indonesia saja. Apabila guru dapat memberi contoh hasil karyanya sendiri, tentu hasilnya akan berbeda, paling tidak siswa akan termotivasi untuk dapat menulis cerpen. Selain itu, apabila guru mampu menulis maka pembelajaran menulis akan dilaksanakan dengan baik karena guru memiliki kompetensi dan tidak ditinggalkan begitu saja dengan alasan apa pun.

Berbicara menulis tidak sebatas menuangkan ide-ide gagasan yang ada di kepala ke dalam bentuk tulisan saja. Tentu ada ketentuan aspek kebahasaan yang harus diperhatikan. Seperti penulisan tanda baca dan ejaan yang tepat. Akan tetapi, perlu diingat bahwa keterampilan menulis membutuhkan keberanian dalam menuangkan ide-ide ke dalam tulisan. Artinya bahwa yang penting mampu dan berani menuangkan ide terlebih dahulu, apabila telah mampu menuangkan ide, secara berangsur-angsur aspek kebahasaan akan terkoreksi dengan sendirinya. Selain itu, Kegiatan menulis merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan proses kegiatan belajar mengajar bidang studi bahasa dan sastra Indonesia. Dengan menulis, peserta didik diharapkan dapat menuangkan ide, pikiran, dan perasaannya ke dalam bahasa tulis, baik yang berkaitan dengan kebahasaan maupun kesastraan.

Pada pembelajaran menulis saat ini, guru melaksanakan penilaian sekali setiap penugasan. Setelah itu, beralih pada materi yang lain. Dengan kondisi ini memungkinkan siswa tidak memiliki kompetensi yang diharapkan. Akan sangat berbeda apabila dilaksanakan dengan penilaian portofolio secara berkesinambungan sehingga akan diketahui peningkatan hasil dari tulisan awal hingga tulisan setelah dilakukan beberapa kali penugasan. Dengan demikian, diharapkan siswa benar-benar mengerti bagaimana menulis yang benar dengan menunjukkan hasil karyanya yang terbaik.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Setuju Pak ...sip

02 May
Balas

Makasih Ibu, Salam kenal.

02 May

Mantap pak Erna..

03 May
Balas

Matursuwun, masih dalam proses pembiasaan menulis. Biar punya hasil tulisan yg bisa dicontohkan pd siswa.

03 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali