Setyo Nugroho

Bertugas sebagai guru di SMP Negeri 3 Kalikajar, Wonosobo, Jateng. Pernah belajar di pascasarjana pada program magister jurusan pendidikan bahasa dan sastra Ind...

Selengkapnya

DISADARI SETELAH DIKENALI

Idealnya guru mempunyai siswa yang pandai, santun, dan penurut. Setelah mengikuti pembelajaran, siswa itu mampu menangkap materi pembelajaran dengan baik, lalu dilakukan evaluasi hingga mendapatkan nilai yang memuaskan. Guru mana yang tidak senang dengan kondisi tersebut, seolah tidak ada persoalan dan lancar-lancar saja. Namun yang terjadi, siswa mempunyai tingkat pemahaman dan kemampuan yang berbeda. Ditambah pula, mereka mempunyai latar belakang permasalahan yang beragam. Maka guru harus menerima pembelajaran yang disampaikannya pun gagal tidak sesuai harapan.

Guru sebenarnya telah berupaya dalam meningkatkan etos kerja dalam pembelajaran. Mereka telah melaksanakan perencanaan yang baik, inovasi pembelajaran yang menarik, dan media pembelajaran yang mendukung. Namun, tetap saja hasil pembelajaran belum maksimal. Mengapa bisa terjadi? Salah satu penyebabnya adalah tidak kenal guru pada siswanya. Kenal yang dimaksud di sini adalah tidak sekedar hanya mengenal nama, tetapi juga mengenali tempat tinggalnya, orang tuanya, kegiatan-kegiatannya, kebiasaaanya, kesukaaanya, permasalahannya, dan lain-lain. Dengan begitu, guru menjadi sahabat bagi siswanya. Hal ini akan menciptakan kedekatan baik secara fisik maupun secara emosional.

Peristiwa yang terjadi ketika di kelas, guru memarahi siswa karena tidak bisa menjawab pertanyaan tentang materi pembelajaran. Saat itu, guru tambah marah karena diketahui siswa tersebut termasuk siswa yang bandel dan sering melakukan pelanggaran tidak hanya pada pelajaran yang diampunya, tetapi pada pelajaran yang lain. Setelah peristiwa itu, guru pun bercerita dengan guru-guru yang lain. Seolah membenarkan bahwa anak tersebut layak dimarahi karena memang anak yang bandel dan tidak patuh aturan. Stigmasi terhadap anak tersebut diakui umum jadi anak nakal yang tidak mengerjakan tugas dan sering melanggar peraturan sekolah.

Pada suatu ketika, guru berkesempatan berkunjung ke rumah siswa nakal dan bandel tersebut karena seminggu tidak berangkat ke sekolah. Ketika berangkat dari sekolah menuju tempat tinggal siswa tersebut, yang ada dalam pikiran guru adalah akan marah sepuas-puasnya. Setelah tiba, apa yang akan dilakukan tiba-tiba berubah, apa yang terjadi? Sungguh miris keadaan anak tersebut, dengan rumah yang sangat sederhana, seakan tinggal roboh saja. Dia hanya tinggal dengan neneknya yang sudah renta. Kedua orang tuanya bercerai, ayahnya telah menikah lagi dan tinggal dengan istri barunya. Ibunya bekerja di Jakarta sebagai asisten rumah tangga. Untuk makan, anak tersebut hanya mengandalkan kiriman ibu yang tak tentu datangnya. Jangankan berpikir untuk belajar sungguh-sungguh, berangkat sekolah dan mengerjakan tugas. Dia lebih keras berpikir untuk makan apa hari ini dan membantu neneknya. Kondisi demikian, masih banyak terjadi di daerah-daerah pinggiran.

Sebenarnya, penulis hanya ingin menyampaikan bahwa guru tidak bisa menyamakan perlakuan terhadap siswanya untuk sukses dalam pembelajaran. Guru harus mengenali latar belakang siswanya, jadi sahabat yang baik, hingga nyaman dalam pembelajaran. Bisa membedakan siswa yang satu dengan yang lain hingga tidak salah dalam menyikapi dan mengambil tindakan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mari (lebih) mengenal siswa kita

01 May
Balas

oke... dengan jalin kedekatan, akan jadi guru di hati mereka.

01 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali