Setyo Nugroho

Guru di SMP Negeri 3 Kalikajar, Wonosobo, Jateng. Memulai belajar menulis untuk kebermaknaan diri dan sesama....

Selengkapnya
Hanya Obrolan Biasa

Hanya Obrolan Biasa

Tanpa terasa Ramadan akan segera berlalu, satu bulan terasa begitu cepat seolah baru kemarin melakukan salat tarawih di hari pertama. Harapannya hanya satu semoga Ramadan tahun ini dapat ridho-Nya. Bukankah ibadah puasa itu yang tahu hanya Allah SWT saja. Apakah puasa yang dilakukan batal atau tidak, berkualitas atau tidak, diterima atau tidak itu hanya Allah saja yang tahu.

Kesempatan libur menjelang lebaran digunakan untuk sekedar bercengkrama dengan para tetangga karena ada banyak waktu luang. Biasanya di pagi hari setelah bersih-bersih rumah dan pekarangan. Beberapa tetangga berkumpul lalu ngobrol santai tentang hal-hal umum dan biasa. Pembicaraanya sudah bukan lagi tentang ibadah puasa. Akan tetapi, mengarah pada acara yang akan dilakukan saat lebaran.

Kebetulan kami tinggal di kompleks kaplingan sehingga hampir semua akan pulang kampung atau pulang kota ke daerah masing-masing. Berbeda dengan kampung lain yang ramai saat lebaran tiba, kampung kami justru sepi ditinggal penghuninya. Sebagian rumah dititipkan kepada tetangga terdekat yang tidak pulang kampung atau ada yang menitipkan rumahnya pada penduduk asli untuk menjaga rumahnya.

Di hari itu bahan obrolan sebatas tentang liburannya akan ke mana saja? Kapan mudiknya? Atau bercerita tentang jalan yang macet dan pasar yang ramai dipenuhi pembeli. Salah satu tetangga bilang, hari Rabu atau H-2 akan mudik ke Purwokerto. Yang satu lagi bilang akan mudik ke Magelang setelah salat idul fitri. Yang lain bilang akan mudik ke Pekalongan hari Minggu atau H+3 dini hari untuk menghindari macat. Setelah itu, ceritanya berkembang tentang berapa hari di kampung halaman dan juga cerita tentang kebiasaan-kebiasaan dan makanan khas daerah masing-masing.

Hingga pada kesempatan itu bercerita juga tentang pembagian waktu silaturohmi ke pihak keluarga suami dan waktu silatrohmi ke pihak keluarga isteri. Dari obrolan rileks itu terungkap bahwa lebih cenderung akan suka berlama-lama untuk tinggal di pihak keluarga sendiri. Apabila tinggal di pihak keluarga dari pasangan kita serasa ingin cepat pulang saja. Bahkan ada yang cerita sempat membuat isteri ngambek karena diminta cepat pulang saat isteri masih asyik dengan keluarganya.

Bagaimana Islam menjelaskan tentang hal ini? Dalam Al Quran disebutkan demikian:

1. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampong halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil. (Q.S. Al Mumtahanah 8)

2. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan pada kerabat, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu supaya kamu dapat mengambil pelajaran. (Q.S. An Nahl 90).

Dari kedua penjelasan Al Qur’an tersebut sangat jelas bahwa kita harus bisa berbuat adil terhadap pasangan kita. Apabila memertahankan ego sendiri pasti akan lebih senang berlama-lama tinggal di pihak keluarga sendiri.

Disebabkan karena kuatnya cinta pada keluarga sendiri bisa jadi lebaran tidak bersama. Suami berlebaran dengan pihak keluarganya. Isteri pun demikian, lebih memilih tinggal dengan pihak keluarganya. Bagaiman dengan anak-anak? Biarlah mereka memilih mau berlebaran dengan suami atau boleh juga berlebaran dengan isteri. Alasanya dibilang begini, toh setiap hari sudah bersama, lebaran kan satu tahun sekali. Pendapat yang demikian kurang tepat karena sebaik-baik berlebaran adalah bersama dengan keluarga tercinta untuk saling menguatkan dan saling bermaaf-maafan.

Solusi sederhananya adalah dimusyawarahkan jauh-jauh hari bersama suami, isteri, dan anak-anak untuk menentukan rencana berlebaran yang akan dilakukan. Apabila sudah menjadi kesepakatan, selanjutnya untuk bisa dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Termasuk segala keperluan yang diperlukan harus dipersiapkan juga. Oh ya, jangan lupa saat silaturohmi membawa oleh-oleh untuk kenangan dan tali kasih. Dan jangan lupa juga tebarkan senyum dan keceriaan karena dengan senyum dan keceriaan bisa membuat hati yang sedang ngambek bisa ceria kembali.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Senyum, obrolkan! Dua kata jitu dalam siraturahim. Mantap, Kang! Jempooool!

13 Jun
Balas

Makasih, Berusaha selalu senyum agar indah dalam silaturahmi. Jempol juga tuk bu Min

13 Jun

Pak Setyo mudik ke mana? di tunggu kisahnya

13 Jun
Balas

Mengingatkan dan menyampaikan informasi berbeda, mudik pilihan bukan keharusan, salam literasi

13 Jun
Balas

Makasih Pak Mulya, setuju banget. Salam literasi.

13 Jun

Subhanallah tulisan yang renyah dan bergizi, Barokallah

13 Jun
Balas

Untung yang rumahnya berdekatan njih pak? Jadinya tidak perlu rebutan harus mudik kemana

13 Jun
Balas

Wah iya, itu yang kaya lagu pacar lima langkah, ga perlu mudik jauh-jauh. Makasih apresiasinya.

13 Jun

Senyuman yang paling penting...njih pak guru ? Karena senyum juga ibadah. Asal jangan senyum-senyum sendiri...hehehe. Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa berlaku adil. Jazakallah khoir, sudah mengingatkan. Salam sehat dan sukses selalu. Mohon ma'af lahir dan bathin. Barakallah...pak guru.

12 Jun
Balas

Benar bunda, senyum jg ibadah. Jgn lupa senyum bisa buat awet muda hehehe. Aamiin doanya dan sama-sama saling ingatkan. Maaf lahir batin juga, selamat berlebaran.

12 Jun

Dekat bu, Purworejo aja. Nggih Insha Allah Bunda.

13 Jun
Balas

Maturnuwun Pak AS, dah membaca dan mampir di sini. Salam hormat.

13 Jun
Balas

Keluarga & keluarga besar memang tidak dapat dipisahkan. Setuju pak Setyo... semua kegiatan perlu ada perencanaan/ persiapan. Cerita berikutnya ditunggu pak Setyo... Salam literasi.

13 Jun
Balas

Makasih apresiasinya. Salam kenal dan salam literasi. Insya Allah ada cerita yang lainnya.

13 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali